Penguatan Standar Pelayanan Kefarmasian di Salah Satu Puskesmas Kota Kediri melalui Edukasi dan Pendampingan Tenaga Kefarmasian
Published online: 8 Jun 2026
Abstract
Pelayanan kefarmasian telah mengalami transformasi fundamental dari pengelolaan sediaan obat menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien (patient-oriented care). Sebagai garda terdepan sistem kesehatan primer, Puskesmas memegang peranan strategis dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang bermutu dan berkelanjutan. Namun, implementasi standar pelayanan di lapangan sering kali menghadapi tantangan terkait kesenjangan regulasi dan praktik operasional. Salah satu upaya strategis untuk memperkuat implementasi ini adalah melalui integrasi kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, apoteker pembimbing, dan dosen, kegiatan PKPA memberikan nilai tambah nyata dalam bentuk edukasi dan pendampingan klinis. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kepatuhan tenaga kefarmasian terhadap standar yang berlaku. Hasil akhir dari sinergi ini tidak hanya memperbaiki kualitas pelayanan kefarmasian secara internal di Puskesmas, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan keselamatan pasien dan kualitas hidup masyarakat luas. Penguatan peran apoteker dalam tim kesehatan interprofesional melalui pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan di tingkat primer.
References
[1] Handayani RS, Fitriani N. Transformasi Pelayanan Kefarmasian: Dari Drug Oriented Ke Patient Oriented Dalam Meningkatkan Patient Safety. J Farm Klin Indones. 2024;13(1):45-58.
[2] Pratama AW, Sari DP. Optimalisasi Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Penerbit Media Sains Indonesia; 2025.
[3] Lestari AI, Wahyudi R. Integrasi pelayanan farmasi klinis dalam program pencegahan penyakit kronis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. J Manaj Pelayanan Kesehat. 2024;27(2):112-125.
[4] Mulyadi T, Rahmawati D. Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Melalui Edukasi Preventif Dan Klinis Oleh Apoteker Puskesmas. Jakarta: Pustaka Kesehatan Medika; 2025.
[5] Kusuma H, Wijaya S. Peran Strategis Puskesmas Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Sistem Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan. J Kesehat Masy Indones. 2024;19(3):201-215.
[6] Setiawan B, Utami P. Digitalisasi Manajemen Pengelolaan Obat Dan Alat Kesehatan Di Puskesmas Untuk Efisiensi Pelayanan Kesehatan Primer. Bandung: Alfabeta; 2025.
[7] Fitriansyah F, Ramadhan A. Sinergi Perguruan Tinggi Dan Fasilitas Kesehatan: Efektivitas Praktik Kerja Profesi Apoteker Dalam Penguatan Layanan Klinis. J Pengabdi Farm Komunitas. 2024;11(2):89-102.
[8] Nugroho S, Hidayat M. Model Pendampingan Berkelanjutan Untuk Sinkronisasi Regulasi Dan Praktik Kefarmasian Di Puskesmas. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2025.
[9] Rahayu S, Permadi G. Transformasi Kualitas Pelayanan Melalui Edukasi Dan Supervisi Klinis Tenaga Kefarmasian Di Layanan Primer. J Manaj Kesehatan Primer. 2025;14(1):34-47.
[10] Herman, Herman, et al. "Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Penyakit Hipertensi Di Kelurahan Ngasem Kebupaten Kediri Jawa Timur." Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat 6.1 (2025): 276-281.
License
Copyright (c) 2026 The Author(s). Published by Borneo Novelty Publishing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Permission is granted subject to the terms of the License under which the work was published. Permission will be required if your reuse is not covered by the terms of the License.