Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Fisika Berbasis Ethno-STEM bagi Calon Guru Fisika
Published online: 8 Jun 2026
Abstract
Pelatihan pembuatan alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan kreativitas calon guru fisika dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan pembelajaran sains. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon guru fisika dalam merancang serta membuat alat peraga fisika yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan peserta, pemberian materi tentang konsep Ethno-STEM dan pengembangan alat peraga fisika, praktik pembuatan alat peraga, presentasi hasil karya, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas calon guru fisika yang mengikuti pelatihan secara aktif melalui pendekatan partisipatif dan berbasis proyek. Materi pelatihan menekankan pada integrasi unsur etnosains, teknologi sederhana, rekayasa, dan matematika dalam pengembangan media pembelajaran fisika. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai implementasi pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta kemampuan dalam mendesain alat peraga yang inovatif, ekonomis, dan mudah diterapkan di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong munculnya kreativitas peserta dalam memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Produk alat peraga yang dihasilkan peserta mencerminkan integrasi konsep fisika dengan praktik budaya masyarakat setempat sehingga dapat mendukung pembelajaran yang lebih bermakna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi profesional calon guru fisika, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal. Pelatihan semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung implementasi pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada penguatan identitas budaya.
References
[1] A. K. Sabila and T. N. Diyana, “Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kreatif Pada Pembelajaran Fisika: Literature Review,” Magnet. J. Inov. Pembelajaran Fis., vol. 3, no. 2, pp. 94–104, 2025, doi: 10.30822/magneton.v3i2.4512.
[2] E. Mardiana, Z. N. A. W. Kusuma, and S. Iskandar, “Karakteristik Dan Peran Guru Sebagai Fasilitator Pembelajaran Abad 21 Di Sekolah Dasar,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 09, no. 04, 2024.
[3] L. Magfirah, “Kesulitan Umum dan Straategi Pembelajaran Fisika pada Siswa Sekolah Menengah Pertama,” J. Ilm. IPA dan Mat., vol. 2, no. 4, pp. 95–100, 2024.
[4] M. Nurhidayanti, “Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Animasi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Mata Pelajaran Fisika Jurnal Media dan Teknologi Pembelajaran,” J. Media dan Teknol. Pembelajaran, vol. 1, no. 1, pp. 35–42, 2025.
[5] A. Warni, “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Sederhana terhadap Pemahaman Materi Optik pada Siswa Kelas XI SMAN 2 Kaway XVI: Indonesia,” Educ. J. Ilmu Pendidik. dan Pengajaran, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2025, [Online]. Available: https://journal.nasrangroup.com/index.php/educationist/article/view/3
[6] N. Setyowati and B. E. Susilo, “Penggunaan Alat Peraga untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Materi Peluang,” Kreano J. Mat. Kreat., vol. 7, no. 1, pp. 24–30, 2016.
[7] C. Retnaningsih, “The Use of Teaching Tools to Improve Learning Outcomes in Science Subject in Class IV SD Negeri 6,” J. Saintifik, vol. 21, no. 1, pp. 17–24, 2023.
[8] M. Nuur, E. Luthfi, and F. Ahsani, “Integrasi Etnosains dengan Gamelan sebagai Media Inovatif untuk Pembelajaran STEM di Madrasah Ibtidaiyah,” (Jurnal Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 8, no. April, pp. 4499–4509, 2025.
[9] N. Isnaniah and Masniah, “Pembelajaran Fisika Berbasis Etno-STEM melalui Permainan Tradisional Kalimantan Selatan,” Al Kawnu Sci. Local Wisdom J., vol. 02, no. 01, pp. 116–121, 2023, doi: 10.18592/alkawnu.v1i1.7418.
[10] S. Dewi, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar,” J. Tindakan Kelas, vol. 3, no. 2, pp. 204–215, 2023.
[11] R. S. Nuryana, D. C. Jatnika, and F. P. Firsanty, “Efektivitas Sosialisasi Sebagai Pendekatan Partisipatif Dalam Program Sosial: Tinjauan Sistematis Literatur,” Share Soc. Work J., vol. 15, no. 1, pp. 35–47, 2025.
[12] R. Candra and D. Hidayati, “Penerapan Praktikum dalam Meningkatkan Keterampilan Proses dan Kerja Peserta Didik di Laboratorium IPA Randa Candra 1 , Dian Hidayati 2,” EDUGAMA J. Kependidikan dan Sos. Keagamaan, vol. 6, no. 1, pp. 26–37, 2020, doi: 10.32923/edugama.v6i1.1289.
[13] E. Sujarwanto, A. Hidayat, and Wartono, “Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Pada Modeling Instruction Pada Siswa SMA Kelas XI,” J. Pendidik. IPA Indones., vol. 3, no. 1, pp. 65–78, 2014.
[14] R. Setiawan, I. Paramita, N. D. Napitupulu, and M. Jarnawi, “Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi Kearifan Lokal Untuk Mengetahui Literasi Sains Pada Materi Fisika ,” JPFT (Jurnal Pendidik. Fis. Tadulako Online), vol. 13, no. 2 SE-Articles, pp. 263–277, Aug. 2025, doi: 10.22487/jpft.v13i2.4794.
[15] V. Husin and A. Billik, “Identifikasi Konsep Fisika Pada Kearifan Lokal Anyaman Di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” J. Fis. Fis. Sains dan Apl., vol. 4, no. 2 SE-Articles, Dec. 2019, doi: 10.35508/fisa.v4i2.1828.
[16] A. H. Kelana et al., “Etnosains: Pendampingan Pengenalan Konsep Sains melalui Budaya Papua (Pinang, Sagu, Papeda, Noken, Tifa, dan Musamus) di Sekolah Dasar,” Bima Abdi J. Pengabdi. Masy., vol. 6, no. 1 SE-Articles, pp. 455–470, Mar. 2026, doi: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4023.
License
Copyright (c) 2026 The Author(s). Published by Borneo Novelty Publishing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Permission is granted subject to the terms of the License under which the work was published. Permission will be required if your reuse is not covered by the terms of the License.